Info Lengkap Ketentuan PPPK Penyuluh Agama 2022

Share:
Oleh Amiruddin (Abu Teuming)
Penyuluh Agama Islam Non PNS pada KUA Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar

Melalui media sosial, Rabu, 25 Mei 2022, diselenggarakan Dialog Virtual Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) Episode #139 Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Islam Republik Indonesia, dengan yang diusung "Selamat Datang PPPK Penyuluh Agama Islam."

Momen ini tentu sangat dinantikan oleh 45.000 Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS di Indonesia. Betapa tidak, hampir setahun lalu, isu PPPK PAI telah beredar, seakan memancarkan secercah cahaya, demi meraup cita dan masa depan mereka.

Agenda penting ini, dimoderatori Lia Wardah, sosok Pengembang Program Penyuluhan. Sementara pemateri, tokoh yang bisa disebut “pemegang otoritas” terhadap PAI di Indonesia, yaitu H Amirulloh SAg MAg, yang menjabat Analis Kebijakan Ahli Muda Subdit Penyuluh Agama Islam. 

Melaui jejaring sosial, Lia Wardah membukan acara, dengan info ringan, namun mendebarkan. 

“Kabarnya ada formasi penyuluh agama Islam” pancing moderator, di hadapan audien virtual.


Tampaknya, ia tak ingin mendahului informan tunggal dan andal dalam hal ini. Demi memecah rasa rindu dan penasaran isu PPPK PAI. Lia memberi ruang dan waktu pada Bang Amir, begitu moderator menyebutnya. 

Saat mendengar dipersilakan Bang Amir, saya sangat bahagia, sebab penulis juga disapa Bang Amir. Namun sedikit berbeda nama belakang, beliau Amirulloh, sementara saya Amiruddin. Tapi jika dimaknai hampir sama, sama-sama memperjuangkan agama Allah. Alenia ini hanya seremoni dan hiburan.


Isu PPPK
Bang Amir, tampak sudah mempersiapkan segala informasi kekinian bagi PAI. Selain tokoh sentral di bidang penyuluh, ia juga terlibat aktif dalam pengusulan PPPK PAI, penetapan kualifikasi, dan terlibat menyusun soal yang akan diberikan, bukan sekarang, tapi saat seleksi PPPK.

Mengawali pembicaraan, Bang Amir menyebutkan, “marhaban PPPK Penyuluh Agama Islam.” Ini penantian panjang dan medebarkan bagi PAI Non PNS se-nusantara. 

Ia tak langsung to the poin, diawali dengan infromasi lama, yaitu jumlah PAI Non PNS di Indoensia 45000 orang. Sedangkan PAIF 5000 orang. Total 50 ribu PAI se-tanah air.

Menurutnya, tahun lalu Kementerian Agama Republik Indoensia (Kemenag) sudah mengajukan formasi Penyuluh Agama Islam ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), sebanyak 45000 orang. Namun yang masuk ke sistem 43.893.

Catat, yang ter-input hanya 43.893. Semoga semua PAI Non PNS masuk dalam jumlah tersebut.

Selanjutnya, Bang Amir mengatakan, kabar baiknya, seleksi PPPK PAI ada tahun ini. Cuma sampai saat ini formasi belum turun dari Kemenpan RI, belum jelas dan pasti. Yang pasti, seleksi akan ada. 

“Jadi semua PAI, persiapkan diri untuk seleksi ini”, tegas pria yang tak asing di mata penyuluh ini.

Ia mengingatkan PAI, ini penting dipahami, bahwa tidak ada pengangkatan PPPK PAI, yang ada hanya seleksi. Jadi harus mampu menaklukkan computer assisted tes (CAT).

Siapa pun yang lulus PPPK PAI, maka akan menempati jabatan dan golongan Penyuluh Ahli Pertama, artinya kualifikasi yang dibutuhkan sarjana (S1).

Khusus bagi S1 Pendidikan, yang pernah, paling sedikit tiga tahun menjadi PAI, dibuktikan dengan SK.  Tapi, tentu harus memenuhi syarat lain sesuai regulasi, baik Kemenag, Kemenpan-RB, dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). 

“Kalau disetujui Menpan, tentu sangat luar biasa,” kata Amirollah memotivasi peserta.

Ia meminta PAI terus berbenah diri dan meningkatkan kinerja, agar kesejahteraan bisa diperjuangkan dan meningkat.

Terkait pertanyaan, setelah seleksi PPPK PAI, masih adakah PAI Non PNS?

Bang Amir menjawab, PAI Non PNS tetap ada, sesuai dengan kontrak hingga 2024. Ke depan. ada tiga jenis PAI di Indonesia, yaitu Non PNS, PPPK, dan PNS.

Tampaknya, Bang Amir tak ingin mengecewakan teman-teman penyuluh, apalagi mereka telah berjuang selama ini, mengabdi untuk negara dan berinovasi demi kemajuan.

“Jangan khawatir tak bisa ikut PPPK, masih ada non PNS hingga nanti ada kebijakan lain,” jelasnya.

Tokoh nasional ini, seakan memahami betul psikologi penyuluh, sehingga informasi yang disampaikan dipadukan dengan angin segar dan info motivasi, supaya audiens tidak tegang dengan informasi konkret tentang PPPK PAI. 

Sejak seleksi PAI Non PNS 2016, ia memahami, mayoritas PAI lulusan pendidikan (S1). Namun, tahun ini seleksi PPPK PAI fokus pada pemilik ijazah non pendidikan, tentu harus bernuansa Islam.

Ia menguatkan informasi, menjadi PNS dan PPPK harus linear dengan jenjang pendidikan. 

“Jika dibutuhkan komputer, maka harus sarjana komputer. Jika dibutuhkan ahli ekonomi, maka mesti sarjana ekonomi,” ungkap Bang Amir.

Jelang akhir obrolan, Bang Amir menegaskan, tahun ini kita tutup untuk PAI Non PNS yang berijazah SPdI, sebab setiap tahun ada ratusan ribu rekrutmen guru. Jadi PPPK ini kesempatan bagi non pendidikan.

Ia berharap, tahun depan ada kebijakan positif, agar PAI Non PNS berijazah SPdI masuk kategori seleksi PPPK, dengan memenuhi syarat lainnya.

Moderator, Lia juga sedikit berkomentar, menengahi, atau paling tidak memberi pencerahan bagi audiens, agar tidak memaksa mendaftarkan jika tidak sesuai kualifikasi. Sebab sejak pengumuman, semua pasti sudah memahami syarat dan ketentuan.

Informasi lain yang mencuat dan tak kalah menarik adalah terkait kenaikan gaji PAI Non PNS, atau UMR. Kata Bang Amir, belum ada informasi kenaikan gaji. Tapi PAI harus semangat jadi penyuluh agama, meskipun belum masuk kategori.

“Namun kita tetap perjuangkan kenaikan honor, demi kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menambahkan informasi, sekitar 540 M setiap tahun dikeluarkan negara untuk honor PAI. Anggaran sebesar ini harus ada input untuk negara, misal meningkat kesalehan masyarakat, tercipta kedamaian dalam negara, dan masyarakat hidup sejahtera. 

Bang Amir mengingatkan, teman-teman PAI, selama ini masih main aman, artinya kegiatan masih terbatas di masjid dan masjlis taklim. Belum menyentuh ke hal lain, termasuk ke masyarakat yang membutuhkan informasi keagamaan. Termasuk belum memanfaatkan medsos dengan konten agama yang dibutuhkan publik, dan sebagai bukti kreatifitas penyuluh agama.

“Jika belum keren kerjanya, maka mempersulit PAI menuju PPPK atau PNS,” jelasnya.

Bang Amir memberikan catatan, regulasi menghapuskan SMA untuk mengisi formasi, semua harus S1. Karenanya, PAI harus upgrade kompetensi dan jenjang pendidikan. Penyuluh harus menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, termasuk jenjang pendidikan.

“Di bawah S1, mohon maaf sangat,” katanya.

Pada akhir pertemuan, Bang Amir menyimpulkan, apa pun yang terjadi, jangan kendor, tetap semangat, terus sambut hari esok yang lebih indah. Bagi yang sesuai syarat, silakan belajar dan siapkan diri. Tunjukkan kinerja yang keren sebagai PAI. 

Jangan main aman. Bangga lah dengan PAI. Turun ke masyarakat yang tak tersentuh dan memang butuh pendampingan agama. Ketika ada kinerja nyata dan baik, maka kesejahteraan masih bisa diperjuangkan.

Bagi PAI, yang tak bisa ikut PPPK tahun ini, terus bekerja, semoga tahun depan bisa ikut. Ciptakan kekompakan dan bergerak melakukan hal positif. Semangat kibarkan bendera penyuluh agama. 

Penulis merangkul satu argumen Penyuluh Agama Islam di Aceh, Baihaqi. Menurutnya, keputusan syarat mengikuti PPPK PAI dinilai adil, karena PAI yang tidak cukup syarat administrasi masih tetap dilanjutkan hingga 2024, sesuai SK pengangkatan awal.

Menurutnya, PAI memiliki peran sangat strategis di tengah masyarakat, sehingga apa pun status PAI, mudah-mudahan tidak menurunkan semangat kinerja membina umat.

Nah! Bagaimana, apakah tulisan ini dapat memenuhi informasi bagi Anda, terutama PAI? 

Silakan tinggalkan catatan di kolom komentar, sebagai saran dan aspirasi Anda. Semoga tersampaikan dan dibaca pihak berkepentingan.

47 comments:

  1. Mantap abu tamiang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah perhatihan pemerintah luar biasa dan sangat bijsksana

      Delete
    2. Gi mn nasib yg S M A

      Delete
  2. Semoga sahabat2 PAI nasional dapat berjuang dan lulus. Aamin

    ReplyDelete
  3. يسرا لله لكم جميعا، امين

    ReplyDelete
  4. Semoga lancar dan dimudahkan

    ReplyDelete
  5. Parah,yg SMA gigit jari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita yg cuman S MA udh jelas di singkirkan

      Delete
  6. Terimakasih Ustad, telah banyak hal yg disampaikan terkait dgn PAI, Sy
    Kualifikasi Jurusan adalah S1. As., smoga dimudah.

    ReplyDelete
  7. Semoga Spd Dan SpdI Tetap Di Perjuangkan.sesuai dg pengabdian.
    Aamiin.

    ReplyDelete
  8. Tksh infonya Bapak Ibuk salam utk Bang Amir dari pai npns pasaman sumbar

    ReplyDelete
  9. Bagi yang S1 Keagamaan selamat mengikuti pendaftaran semoga sesuai harapan. sisanya S1 Pendidikan dan SLTA Sedrajat pintu rizqi akan datang dari pintu selain p3k

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klw di lihat pekerjaan penyuluh yg sarjana dn SLTA sama aja cuman beda titel aja

      Delete
  10. Semoga ini tewujud,dan menjadi pencerahan bagi penyuluh agama non PNS 🙏🙏

    ReplyDelete
  11. Semoga yg S1 PAI tetap di perjuangkan aamiin🤲🤲🤲

    ReplyDelete
  12. Sangat berharap juga kami pak Amir yg lulusan SMA juga diikutkan seleksi PPPK

    ReplyDelete
  13. Amin ya Allah smoga sukses dan dlancarkan

    ReplyDelete
  14. Bismillah...maaf bang amir mau nanya bagai mana kalau S1 Sastra apa bisa masuk kategori? krn dl membina masyarakat mestinya mmg btuh pemahaman budaya dan humaniora

    ReplyDelete
  15. Mantap abu teuming infonya semoga dimudahkan dan para penyuluh semangat dan menuju hal yang lebih baik nan indah kedepannya semoga semuanya berkesempatan dalam menggapai kenerja PAI...

    ReplyDelete
  16. Kami sudah mengabdi kurang lebih 20 tahun sebagai penyuluh, tanpa pernah sekalipun beralih propesi, bagi saya sekali penyuluh tetap penyuluh, semoga allah memberi solusi terkait nasib kami yg sudah mengabdi puluhan tahun. Aamiin.

    ReplyDelete
  17. Semoga yang cuma SMA tetap terakomodir meskipun penyuluh honorer sebab dilapangan kerja penyuluh dibutuhkan yg bisa berkomunikasi dan diterima bermasyarakat

    ReplyDelete
  18. Terimakasih ustadz dan ustadzah, Smg mnjadi amal jariyah atas penjelasan nya.....

    ReplyDelete
  19. Terima kasih atas informasinya,, semoga masuk kategori p3k S1 Sejarah peradaban Islam...👍

    ReplyDelete
  20. Informasi ini sangat berharga, semoga semuanya diberikan kemudahan dan kelancaran dalam tes P3K.

    ReplyDelete
  21. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Saya sangat senang dan saya berharap semoga saya dan anda yg mempunyai keinginan yg sama.. akan masuk nominasi pppk. Teruslah berusaha dan bermohon semoga allah mengabulkan doa kita..marhaba pppk

    ReplyDelete
  22. Usul pak Amir , kalo menurut sy dan kawan" seharusnya yg lama honor dan berijazah SPD maupun spdi harus di utamakan dan di perjuangkan ,sebab mereka telah berjuang membina dan membimbing masyarakat dengan kemampuan dan jurusan mereka ,nah setelah itu baru sarjana yg lain ,,,semoga di kabulkan yah pak usulan kami ,aamiin

    ReplyDelete
  23. Semoga penyuluh S1 pendidikan jg ada peluang, krn di lapangan sama hampir bertahun2 mengabdi, dan di lapangan, sbg penyuluh, ilmu pendidikan nya di butuhkan dlm dakwah di masyarakat , khusus nya di kelompok2 non formal..

    ReplyDelete
  24. Informasi bermanfaat, semoga ada kebaikan bagi PAI.

    ReplyDelete
  25. Yang S1 ,nya SPD.i semoga terjaring

    ReplyDelete
  26. Alhamdulillah..semoga kami yg sudah tua ini bisa masuk jadi PPPK. Kelahiran 1966. Jurusan Ushuluddin dakwa. Sudah jadi penyuluh dari tahun 2005. Jaya terus penyuluh..

    ReplyDelete
  27. Semoga segera terealisasi

    ReplyDelete
  28. S.Pd.I sudah ribuan yg terekrut. Gantian dong S1 Diluar Pendidik

    ReplyDelete
  29. Semoga ada kebijakan baru yang PAI dengan status ijazah pendidikan bisa ikut dalam rekrutmen PPPK..

    ReplyDelete
  30. Perhatian yang baik dari pemerintah semoga segera tereliasasi dan sukses Aamiin ya robbal 'alamin

    ReplyDelete
  31. Semoga P3 K PAI benar² terealisasi. Aamiin..

    ReplyDelete
  32. S.Pdi harus bisa ikut,karna sama2 telah berkontribusi

    ReplyDelete
  33. semoga Allah permudah segala urusan kita di dunia. dan semoga Allah membukakan pintu rezki lain jika satu pintu rezki didepan kita tertutup

    ReplyDelete
  34. semoga Alloh SWT mudahkan segala urusan kita,aamiiin

    ReplyDelete
  35. Kebijakan akan terus berubah, seiring Irama Pemerintahan yang baru... teruslah berbuat kebaikan dalam berdakwah, wahai saudara PAI 45 Ribu tangan penyuluh Agama Islam menadakan kelangit.. mengetuk pintu hati Pemimpin kita.. agar semua PAI tanpa terkecuali.. masuk kedalam pengharapan... Wassalam

    ReplyDelete
  36. Sayang sekali sy sbg penyuluh... Lulusan umum bukan keagamaan😄😄😄

    ReplyDelete
  37. Masya Allah....
    Semoga Allah memberikan jalan yg terbaik buat semua penyuluh di Indonesia. Aamiin

    ReplyDelete
  38. Usul pak. Tolong perhatikan yg SI agama yang sudah lama mengabdi. Tolong dipertimbang...

    ReplyDelete
  39. Penyuluh Agama Islam itu memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada masyarakat awam dalam ilmu Agama Islam. Khusus nya dalam syariat Islam masyarakat masih banyak yg minim, kami yg bergelar S.Pd.I sangat berkompeten dalam mendidik memberikan pencerahan Agama kepada yg lansia dengan berbagai inovasi metode dalam pembelajaran kepada masyarakat yg sangat minim Ilmu Agama Islam. Jadi tolong diberikan kemudahan bagi jurusan pendidikan Agama Islam yg sudah mengabdi 5 tahun atau lebih. YASSIR LANA WALATUASSIR AMINNN 🤲🤲🤲

    ReplyDelete
  40. Alhamdulillah sy bersyukur setelah membaca argumen dr bang Amir, karena tdk sempat ikut pendataan P3K karena faktor umur sudah lewat, namun karena adanya SK sampai 2024 alhamdulillah kami akan tetap mengabdi pada masyarakat, adapun jenjang pendidikan sesuai yg di butuhkan karena sy dr Alumni IAIN "ALAUDDIN" Fak. Dakwah Jurusan Bimbingan Penyuluhan Masyarakat., Tp apa boleh buat umur sdh lewat 2 th, smg ada kebijakan kepada kami yg msh setia untuk mengabdi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sy sbgai gru ngji mmbina anak2 untuk mnjdi anak yg Qur'ani tapi sy mnjdi penyuluh agama cuman lulusan S M A tpi di lihat pekerjaan kami sbgai penyuluh agama yg cuman S M A SUngguh luar biasa di mata masyarakat dn sy lihat masih banyak sarjana yg belum bisa membaca Alqur'an apalagi mau mmbina anak2 untuk mngaji mohon di perjuangkan yg S M A PAK..MOHON PAK

      Delete
  41. Kami penyuluh agama dgn gelar Spdi tdk ikut seleksi PPPK smg Allah memberi jalan yg terbaik untuk kami

    ReplyDelete
  42. Bagaiman Kabar S1 Pendidikan Tahun ini, bisakah ikut PPPK Penyuluh Agama

    ReplyDelete

Silakan beri tanggapan dan komentar yang membangun sesuai pembahasan artikel.