Memang, atas bantuan artificial intelligence (AI), makin mudah membuat beragam laporan, termasuk laporan penyuluhan, khususnya dokumen berbentuk foto dan video. Berapa pun permintaan peserta dalam satu kali penyuluhan, bisa diedit sempurna dan mirip asli, tanpa ragu.
Kalau peristiwa pernikahan rendah, bisa diakali dengan foto berbasis AI, supaya jasa profesi lancar. Ini bagi punya angan-angan nikmat dunia dan lupa kehidupan akhirat yang menuntut kejujuran dalam ranah sosial.
Dokumen kegiatan apa pun seperti pelatihan, seminar, dan sejenisnya bisa diakali. Soal dokumen konsumsi, absen peserta, aktivitas audien dalam forum, semua itu sangat bisa diedit dengan AI sesuai misi pelakonnya.
Lebih dari itu, hal ini tentu sangat berpotensi muncul lowongan kerja baru sebagai tim verifikasi dokumen, agar ada tim yang jeli dan mahir melihat dokumen laporan asli atau fiktif. Bahkan, pihak penguasa AI sangat berpeluang meluncurkan mesin canggih untuk mendeteksi keaslian dokumen foto dan video, yang barang kali wajib dibeli oleh setiap instansi pemerintah. Lagi-lagi, mereka cari cuan dari penjualan produknya atas keahliannya.
Fasilitas hidup memang dibuat butuh terhadap yang tidak butuh. Misal pelindung eksternal (casing) android. Sebenarnya tanpa itu juga kita bisa gunakan android. Tapi karena sudah diciptakan oleh tangan terampil, seolah-olah manusia butuh amat alat pengaman itu, sehingga tiada pengguna gadget yang tidak menggunakan alat yang populer disebut kesing ini.
di Aceh, sempat buming sosok Mualem, Gubernur Aceh dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Djoanda. Keduanya pernah satu forum bersama gubernur se-Indonesia saat pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Ternyata, hasil fotografer yang menunjukkan ketajaman mata Bunda Sherly menatap sosok Mualem saat diwancarai media nasional, justru membuat dunia maya kian seru. Aksi yang dianggap paling kece adalah hadirnya foto Mualem bersanding dengan Bunda Sherly, dipadukan baju adat. Seolah keduanya baru melaksanakan prosesi akan nikah dan bersanding di pelaminan.
Ternyata, semua itu ulah anak bangsa yang memnafaatkan AI untuk memenuhi selera humornya di media sosial. Bisa jadi, itu bukan sekedar lelucin, bahkan bisa mengarah pada ide serius, supaya keduanya benar-benar mengikat hati dalam janji suci, menikah.
Jujur saja, yang paling menggelitik adalah foto Mualem-Sherly populer di media sosial. Hasil editan AI ini persis, hampir tiada tanda palsu. Seandainya cara tersebut digunakan untuk melakukan kejahatan, tentu sangat mudah membuat publik percaya. Jika ada yang dendam dan jahat, tiada sulit membuat misal sebuah rumah tangga hancur, hanya karena foto editan sesuai birahi pelaku.
Memang, hanya tersisa moral dan etika yang bisa dipelajari pada guru, bukan pada internet.
*Analisa Rengsa; Pengamat Bumi Singet



This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteKiamat semakin dekat
ReplyDelete