Benarkah Suami Idola adalah Dia yang Baik dengan Keluarganya

Share:
Oleh: Abu Teuming
Penyuluh Agama Islam Efyepe dan Penyuluh Penulis Kreatif (PPK)

Nabi Muhammad SAW berpesan bahwa orang paling baik adalah mereka yang paling baik dengan keluarganya, siapa pun itu. Anak terhadap orang tua, orang tua terhadap anak, atau suami terhadap sitri dan sebaliknya. Itu sebab suami yang baik adalah yang baik pada istrinya. 

Ø®َÙŠْرُÙƒُÙ…ْ Ø®َÙŠْرُÙƒُÙ…ْ لأَÙ‡ْÙ„ِÙ‡ِ ÙˆَØ£َÙ†َا Ø®َÙŠْرُÙƒُÙ…ْ لأَÙ‡ْÙ„ِÙ‰

Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku, (HR. At-Tirmidzi)

Memang, tidak mudah supaya bersikap baik terhadap keluarga. Bahkan, orang akan lebih mudah membangun hubungan baik dengan orang lain di luar garis keluarganya.

Banyak orang ribut dan tidak harmonis dengan keluarga, tapi sangat baik dengan orang lain, entah itu teman kantor, teman sekolah dan lainnya.

Standar baik seseorang yang Rasulullah tentukan memiliki dasar kuat. Dalam keluarga memang banyak cobaan, tantangan, masalah dan sebagainya. Persoalan ekonomi, keadaan sosial dan ujian rumah tangga menjadi sumber seseroang jadi emosi sehingga ekpresinya tidak baik terhadap rumah tangga. Namun semua tantangan ini bisa dihadapi dan bisa berprilaku baik dengan keluarga, maka orang itu benar-benar memiliki sifat mulia dan baik. 

Sebaliknya, degan teman dan tentangga kadang jarang bermasalah. Maka wajar terhadap mereka bersikap baik. Tapi kalau terjadi kesenjagan sosial, kadang bisa lebih parah kondisinya dibandingkan tidak harmonis dengan keluarga.

Bagi pemuda, jika ingin mencari calon istri bisa memperhatikan kelakuannya terhadap keluarga. Sebaliknya, perempuan gadis yang ingin mencari calon suami, dapat memperhatikan sikap dia dengan keluarga. Ada banyak cara mencari tahu informasi lebih tentang karakter calon pasangan, baik lewat teman, keluarga, atau guru.

Semoga!

No comments

Silakan beri tanggapan dan komentar yang membangun sesuai pembahasan artikel.