CSR Bank Syariah Wajib untuk Kegiatan Bersyariat atau Sunat?

Share:


Bank Aceh Syariah (BAS) menjadi sponsor utama setiap even bergengsi Polda Aceh. Bhayangkara 2026 yang dihelat di Mapolda Aceh menjadi momentum penting bagi BAS untuk promosi, terlihat dari logo BAS yang terpampang di berbagai atribut. Tahun 2025, BAS juga kucurkan dana sebagai sponsor hajatan tahunan Polda Aceh. Kalau dilihat dari megahnya even itu, butuh dana tidak kurang dari Rp400 jutaan.

Kalau melirik PON Aceh-Sumut 2024, BAS dan BSI dukung Pemerintah Aceh dengan sponsor Rp5 miliar per bank. 

Mestinya, bank syariah sekelas BAS dan BSI menyalurkan CSR dengan tetap mempertimbangkan prinsip syariah. Bank andalan syariah sepatutnya memperhatikan prinsip muamalah dan maqashid syariah saat menjadi sponsor kegiatan yang tidak bernuansa syariah, seperti konser atau even olahraga yang abai terhadap nilai kearifan lokal.   

Seyogyanya, bank yang sudah beroperasi menganut sistem syariah, dengan beragam produk layanan perbankan berbasis syariah, mestinya menyalurkan laba dari produk syariah untuk kegiatan yang juga bersyariah. Misalnya keuntungan perbankan syariah dalam bentuk CSR, disalurkan pula pada kegiatan bernuansa syariah. Tidak menyalurkan pada kegiatan sosial non-syariah. Sebab dapat membuat cacat nilai syariah yang melekat pada bank tersebut.

Kalau mau jujur, prinsip syariah di lembaga keuangan syariah (LKS) mesti syariah dari hulu ke hilir. Tanpa tawar menawar. Jika mencari uang dengan cara yang halal, maka memanfaatkan uang itu juga untuk kepentingan yang halal, bukan dalam urusan maksiat. Itu baru disebut uang berkah. 

Dalam konteks rumah tangga, rezeki yang berkah itu bersumber dari yang halal dan zatnya halal, lalu digunakan juga secara halal. Baru disebut berkah.

Dewan pengawas syariah (DPS) sebagai ikon penting dalam produk LKS, mestinya juga mengawasi aliran dana CSR. Dananya bermuara pada kegiatan sosial islami atau pada program sosial abai syariat. Supaya totalitas halal. 

Rasanya, bank syariah sedang mencari keberkahan melalui layanan perbankan syariah, bukan mencari muzarat. Semoga LKS berkah dunia dan akhirat.

Sejak even itu berlangsung, publik banyak melirik panitia yang gelar konser dan lari dengan celana pendek. Tapi saya coba lirik lini sponsornya. 

*Penulis Abu Teuming 

No comments

Silakan beri tanggapan dan komentar yang membangun sesuai pembahasan artikel.