Pernikahan Ibarat Permainan Bola Kaki

Share:
Oleh: Abu Teuming (Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Aceh

Pernikahan adalah ibadah terpanjang yang pasti akan menghadapi dinamika rumah tangga dalam skala kecil atau besar. Tantangan tersebut mesti dilewati dengan bijak dan strategi jitu untuk menjaga keutuhan keluarga. Jika dianalogikan, pernikahan tidak ubahnya permainan bola kaki.

Dalam permainan bola kaki, tidak ada istilah individual. Semua satu tim yang akan berjuang merebut kemenangan bersama. Suami dan istri satu tim, bukan lawan yang harus saling mengalahkan. Sebaliknya, setiap pasangan disebut sebagai tim yang akan berjuang menuju kebahagian berumahtangga.

Setiap permainan bola, yang wajib jadi prinsip dasar adalah kekompakan. Kalau sudah kompak, kemenangan pasti akan memihak pada mereka, bahkan juara dunia pun bisa diraih. Suami dan istri adalah tim yang wajib selalu kompak dalam kebaikan, supaya menjadi keluarga peraih juara dunia dan akhirat.

Dalam redaksi petuah Aceh, 'Menyoe ka pakat, lampoeh jeurat ta peugala'. Jika sudah kompak, tujuan pasti bisa dicapai.

Pemain bola punya posisi dan tugas spesifik di posisi itu, yang wajib dijalankan secara maksimal. Meskipun masing-masing menjaga tugas sesuai kewajiban, tapi saling menguatkan untuk mempertahankan keunggulan tim. Pasangan suami dan istri adalah tim yang sama-sama berjuang menciptakan harmonisasi rumah tangga dan bertahan dari ancaman runtuhnya keutuhan ikatan suci ini.

Pemain bola tidak bisa berlaga tiba-tiba karena fisiknya lemah tanpa ada latihan. Tanpa latihan, taktik permainan pun tidak rapi. Bagi suami dan istri, tidak boleh berhenti belajar karena ikatan pernikahan bukan sebagai tanda akhir dari usaha mencari bekal demi terbina rumah tangga idaman.

Suami dan istri wajib selalu belajar untuk mencapai kebahagiaan. Ibarat pemain bola yang selalu berlatih untuk menjadi juara.

Pertunjukan bola akan membuat ponton bahagia jika pemain memiliki skill (keahlian) mumpuni. Bukan hanya kebahagiaan penonton, tapi keterampilan yang dimiliki tim membuat permainan makin indah dan berstrategi. Istri yang punya keahlian dan kreativitas melayani suami akan membuat nuansa rumah tangga lebih indah. Apalagi suami sebagai kepala keluarga juga punya keahlian istimewa dalam menjaga hak dan kewajiban terhadap orang yang menjadi amanahnya.

Sisi lain yang jadi unsur penting permainan bola adalah komunikasi, supaya tidak salah pengertian atau salah memberikan umpan. Dalam pernikahan, hampir 90 persen diisi dengan komunikasi. Komunikasi dapat membentuk harmonisasi rumah tangga, mencegah salah paham, hadirnya saling percaya, dan menjadi lingkungan positik untuk pembentukan karakter anak.

Selian itu, setiap ada umpan baik (bola) yang diberikan tapi tak bisa diamnfaatkan, mereka selalu meminta maaf kepada teman dan menyesal telah menyia-nyiakan peluang emas mencetak gol. Suami tidak selamanya bisa membuat istri atau anak bahagia baik dengan ucapan atau perbuatan. Begitu pula istri, tidak selamanya mampu berada dalam sikap istri ideal. Namun, jika kondisi tidak ideal itu terjadi, keduanya harus terbuka hati untuk saling memaafkan.

Sebab rumah tangga yang kita perjuangkan tidak akan menang jika harus menyalahkan satu pihak saja. Kalau pun ada salah, maafkan dan lalu bangkit kembali menata rumah tangga bergaransi surga.

Pada akhirnya, tujuan sebuah tim sepak bola adalah meraih kemenangan. Sementara tujuan pernikahan bukanlah mengalahkan pasangan, melainkan meraih kebahagiaan bersama. Dalam rumah tangga tidak ada pihak yang harus menjadi pemenang dan pihak lain menjadi pecundang. Kemenangan sejati adalah ketika suami dan istri mampu berjalan beriringan, saling mendukung, serta membangun keluarga yang sakinah, mawadah, dan Rahmah (Samara)

Jika pernikahan diibaratkan permainan sepak bola, maka suami dan istri adalah rekan satu tim yang harus saling percaya, saling menguatkan, dan terus berjuang bersama hingga akhir pertandingan kehidupan. Setiap kerja sama yang baik, pasti  dapat menghadapi tantangan demi tujuan keluarga Samara.

*Penulis pembimbing perkawinan bersertipikat Fasilitator Bimbingan Perkawaninan Calon Pengantin dan Direktur  LSM Keluarga Sakinah Mawadah dan Rahmah (K-Samara)

No comments

Silakan beri tanggapan dan komentar yang membangun sesuai pembahasan artikel.