Oleh: Amiruddin (Abu Teuming), Penyuluh Agama Islam KUA Baitussalam dan Penyuluh Agama Islam Efyepe
Orang yang mau naik pucuk pimpinan atau memajukan sesuatu misal komunitas, maka bekal dasar yang mesti dimiliki adalah krebidilitas personal. Hal ini berlaku dalam kepemimpinan apa pun.
Pertama kredibilitas moral, disebut juga dengan istilah integritas. Kredibilitas moral dibangun atas dasar keberagamaan yang melekat pada diri seseorang. Agama, tidak datang sendiri, tapi harus dicari dan dipelajari. Karenanya, agama seseorang kadang bisa dilihat dari rekam jejak pendidikannya atau akativitas kesehariannya yang selalu bersentuhan dengan agama.
Seseorang, kalau agama dan moralnya baik, maka orang tersebut dapat dipercaya. Bila bertemu dengan orang seperti ini, maka pertemuan pertama dapat memberikan kesan kepercayaan. Intinya, orang kredibel dapat dipercaya.
Kedua kredibilitas sosial, tidak ekslusif, artinya tidak menutup diri dengan perkembangan zaman, kelompok, budaya dan sebagainya. Intinya, terbuka terhadap keadaan apa pun, namun tetap menjaga kredibilitas diri. Orang yang memiliki kredibilitas sosial terlihat dari caranya bersosialisi dan membangun relasi sosial. Bahkan, karakternya diakui oleh orang lain karena sikap sosial yang tidak pernah padam. Saat mereka berkomunikasi, tidak menjusifikasi orang, alias sering menyalahkan.
Ketiga kredibilitas profesional, yang dibangun
berdasarkan kompetensi. Siapa pun, yang mau jadi pemimpin dan bercita-cita sukses
di masa depan, maka harus memiliki komptensi (kemampuan). Bila secara moral
diakui, maka harus ada kredibilitas profesional yang dibangun beerdasarkan
kompetensi diri. Maka pilih kompetensi bidang apa yang ingin dibangun, sebab
tidak semua kompetensi bisa dimiliki satu orang. Jika pun ada, itu manusia
langka. Bila memiliki kompetensi, saat orang lain memberikan kepercayaan alais
beban kerja, tentu mereka yakin bahwa dia mampu mengerjakannya.

No comments
Silakan beri tanggapan dan komentar yang membangun sesuai pembahasan artikel.